investasi reksadana

Masih bicara soal investasi, sebelumnya investasi emas sudah dibahas dengan lengkap di artikel Panduan Lengkap Investasi Emas: Cara Beli hingga Hitungan Keuntungan. Masih ada lagi nih media investasi yang bisa kamu coba khususnya bagi kalian generasi milenial. Investasi ini juga tergolong aman risiko, murah dan menguntungkan. Apakah investasi tersebut? Investasi tersebut bernama reksadana. Apa itu reksadana, apa saja jenis reksadana, apa saja keuntungan reksadana dan bagaimana cara investasi reksadana? Juga apa yang membedakan reksadana konvensional dan reksadana syariah? Itulah yang akan dibahas pada aritkel kali ini.

Apa itu Reksadana

Mungkin masih banyak diantara kamu yang bertanya “Apa itu Reksadana?” Reksadana adalah media investasi yang dirancang untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk disalurkan kepada perusahaan yang tepat. Manajer investasi akan menginvestasikan dana yang diterima dari masyarakat kedalam portofolio efek.

Dari pengertian tersebut paling tidak ada tiga kata kunci untuk memahami apa itu reksadana. Pertama, reksadana menghimpun modal dari masyarakat. Kedua, dana yang didapat dimasukan ke dalam portofolio efek. Ketiga, seluruh dana dikelola oleh manajer investasi.

Karena semua dana dikelola oleh manajer investasi maka seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab manajer investasi. Ia dapat memutuskan saham, obligasi, deposito atau surat berharga mana yang akan dibeli bahkan ia juga dapat memutuskan kapan instrument-instrumen investasi tersebut dijual agar memberikan keuntungan bagi para investor.

Tentunya pihak yang menjadi manajer investasi tidak bisa sembarangan. Ia adalah orang yang harusnya sudah cakap dalam mengelola investasi.

Peran reksadana dalam dunia investasi cukup besar, ia dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal  Indonesia.

Baca Juga: 6 Investasi Syariah Online Anti Ribet

Jenis Reksadana

Setelah kamu mengetahui apa itu reksadana. Sekarang kamu harus ketahui jenis reksadana. ada beberapa macam jenisnya. Jenis reksadana ini bisa kamu pilih sesuai apa yang menurut kamu paling cocok. Baik dari segi keuntungan, keamanan atau passion-mu.

Setidaknya ada tiga jenis reksadana yang perlu kamu ketahui dan pelajari dari sekarang. Diantaranya reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Mari kita bahas tiga jenis reksadana tersebut satu per satu.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah sebuah investasi reksadana yang penyertaan modalnya diinvestasikan 100% di instrument pasar uang. Instrumen pasar uang yang diinvestasikan dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia, Deposito Berjangka ataupun Obligasi. Jatuh tempo atas investasi di pasar uang adalah dibawah 1 tahun.

Reksadana pasar uang memiliki keunggulan dibandingkan investasi lain seperti deposito. Beberapa keuntungan investasi reksadana pasar uang diantaranya:

  1. Keuntungan lebih tinggi, kalau dibandingkan deposito yang sifatnya fix sekitar 3-5% maka reksadana pasar uang memberikan keuntungan yang bisa lebih dari itu. Hal tersebut disebabkan karena instrumen investasi di reksadana pasar uang tidak terbatas pada satu instrument saja. Ada beberapa instrumen investasi dari reksadana psar uang sehingga keuntungan yang kamu dapatkan bisa lebih tinggi.
  2. Minimum Investasi Rendah, karena kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp100 ribu dari kantongmu maka kamu sudah bisa berinvestasi di reksadana pasar uang. Kalau dibandingkan dengan deposito yang mana kamu harus mengeluarkan uang minimal sebesar Rp 1 juta. Lebih murah mana? reksadana pasar uang dong tentunya, ya kan?
  3. Dana bisa diambil fleksibel tanpa denda, kamu bisa megambil dana yang kamu investasikan di reksadana kapan saja tanpa harus terikat oleh waktu atau ketentuan waktu kapan harus mengambil. Bahkan prosesnya pun tergolong mudah karena dapat dilakukan dengan sistem online.
  4. Tidak ada jangka waktu dan tanpa denda, kalau kamu memilih produk deposito pasti kamu akan dikenakan denda apabila kamu mengambil uang sebelum jangka waktu deposito berakhir. Lain halnya dengan reksadana pasar uang yang mana kamu bisa mengambil uangmu tanpa terikat jangka waktu bahkan lebih enak karena tidak harus dikenakan denda.

Baca Juga: Deposito Syariah dan Praktiknya di Perbankan

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana yang kedua ini adalah reksadana pendapatan tetap. Apa itu reksadana pendapatan tetap? Ia adalah jenis reksadana yang sekurang-kurangnya menginvestasikan 80% dari asetnya dalam bentuk surat utang atau obligasi baik yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun yang dikeluarkan oleh korporasi.

Disebut reksadana pendapatan tetap karena pemilihan instrument investasinya adalah surat utang atau obligasi yang secara mekanisme memberikan return yang fix setiap periodenya. Meskipun tak sama tetapi reksadana pendapatan tetap mirip dengan sistem yang digunakan deposito yaitu memberikan return yang fix dalam periode atau jangka waktu deposito yang dipilih.

Kedua instrument ini yaitu reksadana pendapatan tetap dan deposito memiliki perbedaan diantaranya dari segi minimal investasi, deposito memiliki minimal investasi yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap. Dilihat dari sisi jangka waktu, deposito memiliki jangka watku yaitu 1,3 atau 5 tahun dan apabila ingin mengambil uang disaat jangka waktu belum berakhir maka akan dikenakan denda. Berbeda dengan reksadana pendapatan tetap yang tidak memiliki jangka waktu apalagi denda, sehingga investor bisa mengambil uangnya kapan saja dan dimana saja. Adapapun terkait dengan risiko, deposito memiliki risiko yang relatif lebih aman bahkan mendekati tanpa risiko dibandingkan reksadana pendapatan tetap. Hal ini disebabkan adanya lembaga penjamin simpanan yang akan menjamin investasi nasabah di deposito sebuah perbankan. Meskipun demikian, reksadana pendapatan tetap bisa kamu pilih sebagai investasi yang aman dan menguntungkan.

3. Reksadana Saham

Kalau kamu ingin mendapatkan tingkat return yang tinggi maka pemilihan instrumen reksadana saham adalah pilihan yang tepat. Dalam hal ini berlaku kaidah investasi high risk high return. Jadi buat kamu yang memilih investasi di reksadana saham maka kamu juga harus siap menanggung risiko yang juga tinggi. Itulah sebabnya mereka yang memilih instrument investasi reksadana saham haruslah mereka yang punya profil risiko sebagai risk taker.

Lantas bedanya apa reksadana saham dengan bermain saham secara langsung?

Masih ingat kan kalau dalam reksadana ada satu orang yang berperan untuk mengurus investasi? Ia adalah manajer investasi.

Jadi perbedaan ketika kamu bermain reksadana saham dengan bermain saham secara langsung adalah ketika kamu bermain reksadana saham maka kamu tidak perlu terjun langsung untuk menganalisis pasar atau memperhitungkan fluktuasi yang terjadi di pasar saham. Karena semua itu menjadi tanggung jawab si manajer investasi. Lain halnya kalau kamu bermain saham secara langsung maka kamu harus paham betul terkait dengan kondisi pasar dan mampu menganalisis fluktuasi harga saham baik secara teknikal maupun fundamental.

Keuntungan yang didapat dari reksadana saham tidak berbeda dengan keuntungan yang didapat ketika bermain saham secara langsung. Keuntungan tersebut berasal dari selisih kenaikan harga saham ketika membeli dan ketika menjual. Bedanya adalah adanya fee yang harus diberikan kepada manajer investasi sehingga keuntunganmu bisa lebih rendah dibandingkan bermain saham secara langsung. Tapi kamu akan diuntungkan karena bila kamu tidak punya ilmu investasi maka bisa jadi keuntunganmu ketika bermain saham secara langsung bisa lebih rendah atau bahkan bisa rugi dibandingkan dengan bermain di reksadana saham.

Baca Juga: Konsep tentang Pasar Modal Syariah dan Saham Syariah

Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional

Kebutuhan akan kehalalan dan keberkahan terhadap investasi mendorong beberapa instrument invesasi perlu dibuat dengan mekanisme yang sesuai dengan syariah. Salah satunya reksadana syariah. Kalau sebelumnya kita udah banyak menyimak tentang reksadana lalu apa bedanya reksadana konvensional dengan reksadana syariah?

Salah satu perbedaan mendasar dari reksadana syariah dengan reksadana konvensional adalah penyaluran investasinya. Reksadana konvensional tidak mempertimbangkan kehalalan instrument investasi yang dipilih. Perusahaan yang dipilih untuk investasipun tidak tersortir. Sehingga manajer investasi bisa saja berinvestasi ke instrument berbunga atau perusahaan yang tidak sesuai dengan syariah. Selama itu memiliki prospek yang bagus maka ia akan berinvestasi di sana. Lain halnya dengan reksadana syariah. Ia mempertimbangkan kehalalan instrument investasi yang dipilih serta perusahaan yang tentunya sudah masuk dalam kategori industri halal atau masuk kedalam golongan saham syariah seperti di JII (Jakarta Islamic Index)

Dengan begitu tidak hanya keuntungan yang didapatkan tetapi juga kehalalan dan keberkahan atas investasi juga dapat dirasakan.

Cara Investasi Reksadana

Apakah kamu sudah cukup mengenal apa itu reksadana?

Buat kamu yang akhirnya tertarik untuk berinvestasi di reksadana, maka sudah saatnya kamu memulai untuk investasi reksadana.

Untuk memulai investasi reksadana kamu bisa mengikuti cara investasi reksadana berikut ini.

  1. Tentukan tujuan investasimu, mengetahui tujuan investasi akan membuatmu dapat menentukan jenis reksadana mana yang kamu akan pilih. Selain itu, bisa juga untuk memotivasi kamu untuk lebih giat berinvestasi
  2. Pilih jangka waktu investasi yang sesuai untukmu. Ingat bahwa setiap jenis reksadana memiliki jangka waktu investasi yang berbeda-beda. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan investasimu.
  3. Pilih manajer investasi yang terpercaya, ingat loh uangmu akan sepenuhnya dikelola oleh manajer investasi. Salah memilih manajer investasi akan membuat investasimu jadi tidak menguntungkan. Perusahaan manajer investasi yang bagus dan kompeten biasanya memiliki tim investasi yang lengkap serta proses investasi yang terstruktur.
  4. Tentukan tempat membeli reksadana, kamu bisa membeli reksadana baik secara langsung ke tempat ataupun secara online. Kalau secara langsung kamu bisa mendatangi manajer investasi atau Agen Penjual Reksadana (APERD). Beberapa bank juga menyediakan fasilitas untuk investasi reksadana salah satunya Bank Syariah Mandiri. Adapun kalau kamu ingin membeli secara online maka kamu bisa coba melalui website/platform bareksa.com, bukareksa, IpotFund, Tokopedia dan TanamDuit. Jangan lupa untuk menggunakan reksadana syariah agar investasimu tetap berkah.

Baca Juga: 7 Cara Kamu Bisa Mendapatkan Pembiayaan Syariah

Keuntungan Reksadana

Setelah kamu mengetahui apa itu reksadana dan cara investasi reksadana. Kamu perlu tahu dulu nih bahwa ada beberapa keuntungan reksadana yang perlu kamu ketahui.

  1. Buat kamu yang tidak memahami perkara investasi/minim pengetahuan investasi maka kamu jangan khawatir karena ada manajer investasi yang setiap harinya akan membantu menganalisis dana investasi yang kamu berikan dan kamu akan mendapatkan report atas investasimu setipa bulan atau beberapa bulan sekali.
  2. Jumlah investasi yang terbilang sangat kecil yaitu cukup Rp100 ribu. Keuntungan reksadana pada poin kedua ini cocok buat kamu yang memiliki dana pas-pasan tetapi ingin mencoba investasi.
  3. Adanya diversifikasi atau penyebaran resiko. Untuk meminimalisir resiko, investasi reksadanamu akan disebar tidak hanya pada satu instrument investasi saja. Misal, kalau kamu punya uang 1 juta rupiah untuk investasi reksadana. Maka uang 1 juta itu bisa terbagi pada beberapa instrumen investasi seperti sukuk, saham, dan sebagainya.
  4. Dilihat dari sisi perpajakan, pembelian maupun penjualan kembali UP dari produk reksa dana ternyata bebas pajak. Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.

Baca Juga: Manfaat Fintech Syariah untuk Umat

Skema Hitung-Hitungan Investasi Reksadana

Sumber : Data NAB/UP berasal dari PT. Minna Padi Amanah Syariah (Bareksa.com)

Untuk menggambarkan skema keuntungan dari tabel di atas maka perhatikanlah ilustrasi berikut. Rosnita adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta. Penghasilannya mencapai 10 juta. Melihat besarnya peluang untuk berinvestasi maka ia mencoba untuk berinvestasi. Ia memilih untuk berinvestasi di rekasadana syariah. Dengan penghasilannya tersebut, Rosnita berkomitmen untuk berinvestasi 1 juta di seitap bulan. Contoh pada 15 Januari, Rosnita berinvestasi sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal tersebut harga Nilai Aset Bersih (NAB) reksa dana Minna Padi Amanah Saham Syariah adalah Rp1003,97. Maka Rosnita mendapatkan unit penyertaan sebanyak: Rp1.000.000 / Rp1003,97 = 996,05 unit. Untuk menghitung reksadana hal-hal yang harus dilakukan diantara lain,

  1. Hitung jumlah unit penyertaan x harga terkini reksadana
  2. Kurangkan hasil perhitungan pada langkah pertama dengan modal investasi. Jika hasil pengurangan memberikan hasil positif maka Rosnita mendapatkan untung. Sebaliknya jika hasil pengurangan memberikan hasil negatif maka artinya Rosnita rugi.

Jika pada tanggal 15 Januari, harga NAB/Unit adalah Rp1003,97 / unit penyertaan, maka keuntungan Rosnita dimulai dengan menghitung perkalian jumlah unit penyertaan dengan harga terkini reksadana yaitu pada bulan agustus 996,05 unit x Rp1227,83 = Rp1.109.944. Dari hasil tersebut dikurangkan hasil perhitungan pertama dengan modal investasi sehingga hasil keuntungan Rosnita adalah Rp222.980 (Rp1.222.980 – Rp1.000.000).

Gambaran sederhananya bisa dilihat pada tabel berikut:

Baca Juga: Apakah P2P Lending Halal?

Alternatif Investasi Reksadana: P2P Lending

Hmm masih bingung? Kalau kamu masih bingung dan belum yakin untuk investasi reksadana maka kamu bisa memilih alternatif investasi lain selain di reksadana. Apa itu?

Kamu bisa mencoba untuk investasi di P2P lending. P2P lending adalah media investasi yang menghubungkan pemilik dana dengan orang yang membutuhkan dana. Kamu jangan khawatir karena P2P Lending juga ada yang menggunakan skema syariah, salah satu diantaranya adalah Qazwa. Di P2P lending syariah ini kamu bisa berinvestasi dengan dana yang juga minim yaitu sebesar Rp 100 ribu dan dengan return hingga 24%.

Qazwa saat ini sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI sehingga kamu jangan khawatir akan investasimu. Insya Allah aman, untung dan berkah.

Nah itulah sekilas tentang reksadana yang perlu kamu ketahui. Semoga artikel ini bisa menambah khasanah keilmuanmu tentang reksadana sehingga kamu tidak perlu bertanya lagi apa itu reksadana, bagaimana investasi reksadana dan skemanya.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here