rukun islam

Sebagai seorang muslim yang baik sudah sepatutnya untuk memahami apa yang menjadi pilar dari agama ini. Hal-hal fundamental yang perlu diketahui dan dilaksanakan oleh seorang muslim. Pilar inilah yang disebut dengan rukun islam.

Pada tahun 2019 seorang content creator menghadirkan sebuah video yang cukup mencengangkan sekaligus menyedihkan. Ia mewawancarai beberapa anak berseragam SMA dan bertanya terkait pengetahuan mereka tentang rukun Islam.

Hasilnya?

Banyak dari mereka yang tidak mengetahui rukun Islam. Sedih? pastinya. Karena rukun Islam lima pilar dasar agama Islam. Bila salah satu dari kelima pilar tersebut tidak dilaksanakan maka rusaklah keislaman seseorang.

Dalil yang menyebutkan kelima pilar dasar Islam atau rukun Islam ini terdapat pada hadist Nabi SAW. Tercatat dalam hadist arba’in karya Imam An-Nawawi pada hadist ke-3 bab Rukun Islam dan Pilar-Pilarnya dimana Nabi SAW bersabda, “Dari Abu Abdurahman, Abdullah ibn Umar bin Khattab r.a., ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: ‘ Islam dibangun di atas lima pondasi: bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, mengerjakan haji ke baitullah, dan berpuasa di bulan ramadhan” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Mari dibahas satu per satu rukun Islam tersebut.

Rukun Islam

Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Rukun Islam yang pertama dan yang paling utama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Inilah pintu gerbang seseorang untuk masuk Islam. Ucapan ini bukan sekedar ucapan biasa, karena ada konsekuensi yang harus ditanggung ketika mengucapkan kalimat tersebut. Sebagaimana dalam hadist sebelumnya bahwa ucapan dari dua kalimat syahadat adalah “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan utusan Allah

Ketika seseorang telah mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh kesadaran maka ia telah mengikrarkan diri untuk menjadi bagian dari Islam dan akan mengikuti segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah. Inilah konsekuensi yang harus diterima. Sehingga ucapan dua kalimat syahadat tidak hanya berakhir di lisan tapi juga dieksekusi dengan amal perbuatan.

Rukun Islam

Mendirikan Shalat

Pilar Islam yang kedua adalah shalat. Ini adalah pokok amalan Islam yang paling utama. Bahkan ini menjadi pembeda antara orang yang beriman dan tidak beriman, sebagaimana hadist Nabi SAW, “Sesungguhnya yang memisahkan antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)

Shalat yang menjadi kewajiban seorang muslim ada 5 waktu yaitu, shubuh, zhuhur, ashar, maghrib dan isya. Jumlah keseluruhan raka’at yang dari 5 shalat wajib tersebut adalah 17 raka’at. Seharusnya menunaikan 17 raka’at dalam waktu 24 jam bukan perakara yang sulit. Bila lama waktu shalat adalah 10 menit per shalat maka total waktu yang dialokasikan untuk shalat adalah 50 menit. Dari 24 jam waktu yang dimiliki manusia, 50 menit digunakan untuk shalat masih ada tersisa 23 jam 10 menit untuk melakukan aktivitas lain. Sayangnya, masih banyak orang yang lalai bahkan tidak mengerjakan kewajiban shalat tersebut padahal ia mengaku bahwa dirinya Islam.

Padahal amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat, sebagaimana hadist Nabi SAW,

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) (HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rukun Islam

Menunaikan Zakat

Ibadah shalat dan zakat seringkali disandingkan dalam 1 ayat. Ini menandakan bahwa zakat memiliki nilai ibadah yang sama tingginya dengan shalat begitupun urgensinya.

Allah SWT berfirman pada Q.S. Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

Zakat merupakan ibadah dalam Islam yang memiliki nilai ekonomi. Ia menjadi alat melakukan distribusi kekayaan sehingga harta menjadi merata di setiap kalangan. Tidak ada penumpukan harta pada sebagian orang dan orang-orang yang berkekurangan dapat menikmati kehidupan yang layak.

Zakat mengajarkan seorang Muslim untuk dapat berbagi dan menyucikan harta. Karena kita tidak akan pernah tahu apakah harta yang kita peroleh murni dari dosa.

Rukun Islam

Berpuasa di Bulan Ramadhan

Rukun Islam yang satu ini memiliki keterbatasan waktu yaitu hanya diwajibkan di Bulan Ramadhan. Perintah berpuasa dasarnya adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa

Dari ayat tersebut, bisa dipahami bahwa tujuan dari ibadah puasa adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Puasa tidak hanya baik dari sisi ukhrawi tapi juga bermanfaat dari sisi duniawi. Karena puasa dapat membuat hidup seseorang menjadi lebih sehat. Itulah fakta kedokteran yang ada. Dengan puasa, kita diminta untuk menahan hawa nafsu mulai dari makan, minum hingga menahan hawa nafsu berupa perkataan, perbuatan, dan pandangan dari terbit fajar hingga adzan maghrib berkumandang. Ibadah ini akan membantu mengontrol diri kita agar bisa jadi pribadi yang lebih baik.

Rukun Islam

Berhaji ke Baitullah Jika Mampu

Rukun Islam yang kelima sekaligus yang terakhir adalah pergi haji jika mampu. Mengapa jika mampu? karena kewajiban ibadah yang satu ini perlu kemampuan dari segi fisik dan finansial.

Allah SWT berfirman pada Q.S. Ali-Imran ayat 97 yang artinya, “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

Terlebih biaya pergi haji yang bisa dibilang tergolong mahal untuk beberapa kalangan. Namun, bukan berarti mustahil untuk berangkat.

Dengan menunaikan haji ke Baitullah maka kita akan mampu merefleksikan diri serta bermuhasabah dengan segala perbuatan yang pernah dilakukan.

Kesimpulan

Itulah kelima rukun islam yang penting untuk diketahui seorang muslim. Karena ini akan menjadi pondasinya ketika menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Bila salah satu dari kelima pondasi tersebut tidak dikerjakan maka patut dipertanyakan keislamannya.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here