Inilah Pemahaman Sertifikat Halal yang Penting Diketahui

0
1866
Sertifikat Halal

Indonesia selain terkenal dengan budayanya yang beraneka ragam dan sumber daya alamnya yang melimpah, negara dengan ribuan pulau ini juga memiliki berbagai makanan dengan berbagai jenis dan rasanya. Kekayaan akan aneka makanan tentu menjadi salah satu bentuk syukur kita sebagai warga Indonesia. Ini juga yang menyebabkan banyak orang Indonesia yang hobi melakukan wisata kuliner. Bahkan mereka menjadikan keanekaragaman kuliner tersebut sebagai bahan untuk konten baik di instagram, blog ataupun di youtube.

Sebagai negara dengan Umat Islam terbesar di Indonesia, kehalalan menjadi indikator yang penting untuk dihadirkan khususnya dalam produk makanan. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya sebuah makanan untuk memiliki sertifikat halal.

Langkah untuk memberikan sertifikat halal secara legal telah tertulis di dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Di dalam UU tersebut tertulis bahwa produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal mulai lima tahun sejak UU tersebut dibentuk.

Sertifikat Halal
Baca Juga: unsplash.com

Baca Juga: Fakta Menarik Mie Samyang Halal yang Penting Diketahui

Mengapa Harus Pakai Sertifikat Halal?

Merasa bahwa produk makanan yang dibuat sudah halal nyatanya tidaklah cukup. Butuh pembuktian dan penjaminan bahwa produk yang kamu buat memang benar-benar halal. Itulah mengapa dibutuhkan sertfikasi halal.

Selain itu, sertifikat halal juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian. Serta ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan Produk. Selain itu, meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal.

Baca Juga: Konsep Makanan Halal dalam Islam

sumber : google.com

Lembaga yang Bertanggung Jawab

Sebelumnya sertifikat halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ini dilakukan setelah tes dan analisis tertentu.

Pihak yang melakukan adalah Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh LPPOM MUI.

Saat ini, per Oktober 2019 sertifikat halal tersebut sudah tidak dikeluarkan oleh MUI. Lembaga yang kemudian bertanggung jawab untuk mengeluarkannya adalah Badan Penyelenggaraan Jaminan Halal (BPJH). Badan ini berada di bawah supervisi Kementrian Agama (Kemenag).

Meskipun pemberian sertifikat halal kini diberikan wewenangnya oleh Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Majelis Ulama Indonesia masih memiliki andil untuk memberikan penilaian dan masukan terkait produk halal yang sedang diuji.

Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Lukmanul Hakim selaku Direktur LPPOM MUI. Ia menjelaskan bahwa perundangan itu hanya mengatur pembagian peran MUI dengan pemerintah. Menurutnya, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama hanya bertugas menerima pendaftaran dan menerbitkan sertifikat halal.

Baca Juga: Konsep dan Potensi Wisata Halal di Indonesia

Sedangkan hal-hal yang sifatnya substantif seperti halnya pemeriksaan dan penetapan fatwa, MUI sangat berperan secara mayoritas. Mudahnya, dalam hal prosesnya pemerintah hanya menerima pendaftaran dan menjadi koordinator kemudian membagi ke Lembaga Pemeriksa Halal.

Selanjutnya BPJPH berwenang merumuskan dan menetapkan kebijakan JPH. Termasuk didalamnya menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria Jaminan Produk Halal (JPH).

Selain itu, Badan ini juga menerbitkan dan mencabut sertifikat halal serta label halal pada produk. Kemudian meregistrasi sertifikat halal pada produk luar negeri. BPJPH juga berwenang melakukan sosialisasi, edukasi, dan publikasi produk halal.

Terakhir badan ini melakukan akreditasi terhadap Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), registrasi auditor halal, pengawasan terhadap JPH, membina auditor halal, bekerja sama dengan lembaga dalam dan luar negeri di bidang penyelenggaraan JPH.

Kesimpulan

Jadi sertifikat halal menjadi penting bagi siapapun termasuk kamu yang membuat sebuah produk terutama makanan untuk dijual.

Walau kamu sudah merasa yakin bahwa produk yang kamu jual jelas-jelas halal. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kehalalan itu butuh pembuktian. Cinta aja butuh pembuktian kan? hehe

Pembuktian tersebut bisa kamu dapatkan dari BPJPH dan bisa kamu tunjukkan ke customer dengan melampirkan label halal.

Dengan begitu produk kamu sudah terbukti tidak haram dan dapat dikonsumsi oleh siapapun khususnya kalangan Muslim.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.