Shalat Istikharah : Niat, Tata Cara, Doa, dan Waktu Tepat Shalat Istikharah

0
516035
shalat Istikharah

“Life is Choice, Success is Must“. Hidup adalah pilihan dan kesuksesan adalah kewajiban. Ini adalah penggalan quote dari salah seorang pengusaha yang bergerak di bidang herbal dan kecantikan.

Kata tersebut dapat dibilang benar adanya bahwa hidup di dunia memang penuh dengan sebuah pilihan. Seluruh aktivitas kamu seperti sekolah, bekerja, menjadi pengusaha dan menikah itu semua adalah pilihan hidup yang kamu ambil.

Karena sejatinya kamu bisa saja untuk tidak sekolah, tidak bekerja ataupun tidak menikah. Tapi pada akhirnya kamu memilih jalan tersebut. Meskipun ada juga orang yang tidak memilih jalan hidup tersebut.

Dalam Islam, baik dan buruk tidak dapat diukur dengan “kacamata” manusia. Penentuan akan baik ataupun buruk sebuah tindakan haruslah melalui “kacamata” Islam.

Sehingga baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Begitupula dengan keburukan.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT,

وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya,

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai semua, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 216).

Nah, kembali pada pembahasan terkait dengan pilihan. Maka dengan pilihan tersebut seringkali manusia kebingungan untuk menentukan. Terlalu banyak pertimbangan sehingga lama untuk membuat keputusan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dalam Islam telah diberikan solusinya yaitu melalui sholat istikharah.

Sekilas mungkin kamu sudah pernah mendengar tentang sholat istikharah. Tapi mari bahas lebih dalam lagi terkait sholat istikharah.

Baca Juga: Bacaan Sholat (Panduan Lengkap untuk Sholat Wajib)

Sholat Istikharah
Sumber: google.com

Pengertian

Shalat Istikharah adalah sholat yang bertujuan untuk meminta petunjuk atas masalah yang dihadapi oleh manusia.

Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah. Ia memiliki keterbatasan kemampuan dan ilmu sehingga perlu petunjuk.

Keputusan yang tepat untuk mendapatkan petunjuk adalah dengan meminta kepada Yang Maha Mengetahui yaitu Allah SWT melalui sholat istikharah.

Penguatan untuk melaksanakan sholat istikharah juga terdapat dalam hadist Nabi SAW,

“Tidaklah rugi orang yang beristikharah, dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah.” (HR.Thabrani).

Niat

Segala amal bergantung pada niatnya. Begitupula dengan shalat istikharah. Sholat ini memiliki lafadz niat sendiri yang akan memantapkan hati untuk melaksanakan sholat.

Lafadz dari niat sholat istikharah adalah sebagai berikut,

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa”.

Artinya, “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Pengertian, Tata Cara dan Alasan Mengapa orang Sujud Sahwi

Tata Cara

Pada umumnya, seluruh ulama menyepakati bahwa tata cara shalat istikharah sama halnya dengan shalat sunnah pada umumnya. Seperti shalat dhuha, shalat hajat, shalat tahajud dan shalat sunnah lainnya.

Yang penting niat sudah terlafadzkan dan sudah dimantapkan dari awal untuk melaksanakan shalat istikharah.

Yang juga jauh lebih penting adalah memanjatkan doa atas masalah yang tengah dihadapi sehingga butuh tuntunan untuk membuat keputusan atas sebuah pilihan.

sebagaimana hadist Nabi SAW,

Dari Jabir bin Abdullah Ra, berkata, “Rasulullah mengajarkan kepada kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami Surat Al Qur’an.”

Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan shalat dua rakaat selain shalat fardlu, lalu berdoa: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu…”

Meskipun tidak menjadi kewajiban, tetapi disarankan untuk membaca surat al-kafirun pada raka’at pertama dan membaca surat al-ikhlas pada rakaat kedua.

Sholat Istikharah
Sumber: google.com

Bacaan Doa

Sebenarnya tidak ada kewajiban untuk melampirkan doa khusus ketika shalat istikharah. Tetapi ada tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW ketika kamu telah selesai melaksanakan shalat ini.

Doa dari shalat tersebut adalah sebgai berikut,

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ.

اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَ (…) خَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ

هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ

رَضِّنِىْ بِهِ

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘aziimi fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub.”“Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro (…..) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal-khaira haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.”

Terjemahan dari doa tersebut adalah sebagai berikut,

“Ya Allah, aku meminta petunjuk kebaikan-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon keputusan-Mu dengan qudrat-Mu dan aku meminta dengan karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa sedangkan aku tida berkuasa. Engkau Yang Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

“Ya Allah, sekiranya engkau ketahui bahwa (sebutkan Pilihan yang dihadapi) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia, lalu berkahilah aku padanya.”

“Ya Allah, dan sekiranya engkau mengetahui buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka hindarkanlah aku darinya, kemudian takdirkanlah untukku kebaikan bagaimanapun adanya, lalu berilah aku keridhaan dengannya.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

Baca Juga: La Tahzan – Untuk Kamu yang Merasa Sulit dan Banyak Beban

Waktu Pelaksanaan

Sejatinya shalat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja. Namun, alangkah lebih baik apabila shalat tersebut dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.

Karena di saat tersebut Allah sedang dekat dengan kita dan setiap permohonan yang dipanjatkan di waktu tersebut pasti dikabulkan.

Sebagaimana hadist Nabi SAW,

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang sholat istikharah. Semoga penjelasan yang telah dihadirkan ini dapat memberikan solusi atas masalah yang mungkin saat ini kamu alami. Terutama terkait membuat keputusan dari sebuah pilihan.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.