Sholat Hajat: Tatacara, Bacaan dan Keutamaan yang Penting Diketahui

0
124316
Sholat Hajat

Sholat adalah ibadah utama yang dihisab kelak di akhirat. Itulah mengapa dosa orang yang meninggalkan sholat sangatlah besar.

Selain sholat wajib 5 waktu dan sunnah seperti dhuha dan tahajud ada juga sholat yang memang diperuntukkan hanya ketika ada permohonan tertentu. Sholat ini disebut sholat hajat.

Sehingga apabila kamu memiliki permintaan yang ingin segera dikabulkan maka kamu bisa melakukan sholat hajat.

Tapi biar kamu lebih paham, yuk bahas terkait dengan sholat hajat mulai dari makna, tatacara, bacaan serta keutamaan.

Baca Juga: Makna dan Keutamaan Sholawat

Definisi

Shalat hajat apabila ditilik dari segi bahasa, maka berasal dari kata  حَاجَةٌ  yang artinya kebutuhan.

Secara istilah, sholat hajat didefinisikan sebagai sholat yang dilakukan seorang hamba untuk memohon kepada Allah SWT atas sebuah kebutuhan/hajat.

Hadirnya sholat ini sebagaimana hadist Nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Allah, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sendalnya ketika putus.” (HR. Tirmdzi; Hasan)

Sholat ini sering dicontohkan oleh para sahabat ketika hendak meminta sebuah hajat kepada Allah SWT.

Sholat Hajat
Sumber: google.com

Niat

Semua amalan yang dilakukan seorang hamba harus diawali dengan niat yang menyertainya. Tidak ada sah sebuah amalan apabila ia tidak memiliki niatan atas amalan tersebut.

Perkara niat sudah seringkali ditegaskan dan hadist tentang niat juga sudah masyhur diketahui bahwa “setiap amalan tergantung pada niatnya”.

Begitupun terkait dengan sholat hajat. Maka perlu niat untuk mengawali sholat ini. Niat dilakukan sebelum takbiratul ihram.

Berikut adalah bacaan niat sholat hajat.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin dari lafadz tersebut adalah sebagai berikut:

Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aalaa

Adapun terjemahan dari niat tersebut adalah sebagai berikut:

“Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Tata Cara

Shalat hajat dapat dilakukan kapanpun. Ia tidak seperti shalat tahajud yang memiliki batas waktu yaitu di sepertiga malam ataupun seperti shalat dhuha yang waktunya terbatas sampai sebelum zhuhur.

Selama shalat yang dilakukan tidak dikerjakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat maka itu diperbolehkan.

Jumlah raka’at sholat hajat adalah minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at dengan 2 raka’at salam.

Tata caranya sama kayak sholat pada umumnya yaitu diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Baca Juga: Kisah Inspirasi dari Para Walisongo

Bacaan Doa

Untuk sholat hajat sebenarnya tidak dipersyaratkan adanya doa khusus. Karena pada intinya sholat ini dilakukan sesuai dengan hajat masing-masing. Sehingga doa yang disampaikan adalah doa yang sesuai dengan hajatnya.

Namun, bila mengacu pada hadist, ada juga doa khusus yang dapat diamalkan setelah sholat hajat. Berikut adalah doanya dalam lafadz arab.

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

Kemudian lafadz dalam latin adalah sebagai berikut.

Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin asaluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin”.

Kemudian terjemahan dari doa tersebut adalah:

“Tiada ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. KepadaMu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa).

Sholat Hajat
Sumber: google.com

Keutamaan

Ketika kamu melaksanakan sholat hajat, maka kamu akan mendapatkan beberapa keutamaan yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Apa saja keutamaan tersebut?

Pertama, dikabulkan hajatnya. Inilah fadillah atau keutamaan yang paling utama tatkala melaksanakan sholat hajat. Janji ini terdapat pada hadist Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua raka’at dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat” (HR. Ahmad).

Kedua, dicintai Allah. Siapa yang tidak ingin dicintai oleh Allah. Dan ini didapat bagi mereka yang melaksanakan sholat hajat.

Rasulullah SAW bersabda, ” Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR.Bukhori).

Ketiga, ditinggikan derajatnya. Melaksanakan sholat hajat artinya memperbanyak amalan sunnah. Semakin banyak sholat yang dikerjakan maka semakin banyak sujud yang dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapus dosamu” (HR. Bukhori).

Kesimpulan

Sholat hajat adalah sebuah cara agar hajat bisa segera dikabulkan oleh Allah SWT. Tetapi perlu diingat bahwa pada dasarnya manusia hanya bisa berencana tapi Allah jualah yang menentukan.

Setidaknya ketika kamu melakukan amalan ini, maka kamu sudah mendapatkan pahala karena mengerjakan amalan sunnah.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.