SPT : Pengertian, Fungsi, Periode, dan Ketentuan Pengisian

0
2193
SPT

Salah satu pendapatan negara yang utama adalah pajak. Sebagai warga negara Indonesia yang baik maka kita perlu membantu bertambahnya pendapatan negara dengan membayar pajak. Untuk bisa mengetahui pajakmu berapa maka kamu perlu SPT.

Apakah kamu asing mendengar kata SPT?

Mungkin kalau istilah NPWP tidak akan asing kamu dengar. NPWP adalah singkatan dari nomor pokok wajib pajak. Ia adalah kartu yang isinya berisi nomor identitas si pembayar pajak.

Bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan wajib untuk memiliki NPWP.

Nah, bagaimana dengan SPT?

Bila kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang SPT maka ini adalah artikel yang tepat untuk kamu baca. Yuk cari tahu apa itu SPT, fungsi, periode, dan tata cara pelaporannya.

Baca Juga: Bursa Efek Indonesia (Pengertian, Fungsi dan Sejarah)

SPT
sumber: unsplash.com

Pengertian

Mari kita mulai pembahasan dari pertanyaan, “apa itu SPT?”

SPT sebenarnya adalah singkatan dari surat pemberitahuan. Surat ini adalah jenis surat yang digunakan untuk memberitahukan perhitungan pajak mulai dari objek pajak dan/atau bukan objek pajak, serta kewajiban sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.

Perihal SPT dijelaskan pada undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Ada dua bentuk SPT saat ini, yaitu SPT dalam bentuk offline yaitu berupa formulir kertas dan dalam bentuk online yaitu berupa dokumen elektronik (e-spt atau e-filling).

Baca Juga: Prinsip Mengambil Keuntungan yang Islami dan Bebas Riba

Fungsi

Setelah mengetahui pengertiannya, kita akan beralih untuk membahas apa fungsinya.

SPT berfungsi untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang masih terhutang. Selain itu, ia juga berfungsi untuk melaporkan beberapa hal diantarnaya:

a. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilakukan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) tahun pajak atau bagian tahun pajak.

b. Harta dan kewajiban.

c. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak.

d. Penyetoran dari pemotong atau pemungut pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) masa pajak.

Bila ia dikenakan bagi para pengusaha, maka SPT difungsikan untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah PPN dan PPNBM yang sebenarnya terutang dan melaporkan hal lain berupa:

a. Pengkreditan pajak masuk terhadap pajak keluaran.

b.  Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak dan/atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak.

Baca Juga: IHSG adalah informasi penting untuk investor, inilah panduannya!

SPT
Sumber: unsplash.com

Ketentuan Pengisian

Bagi kamu yang merupakan wajib pajak. Maka pengisian SPT harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas. Ditulis dengan Bahasa Indonesia sesuai EYD.

Menggunakan huruf latin, satuan mata uang rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau tempat lain yang disahkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak).

Buat kamu yang merupakan wajib pajak dalam bentuk badan dan diizinkan menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa inggris dan menggunakan satuan mata uang dollar.

Maka wajib menyampaikan  SPT PPh Wajib Pajak badan beserta lampirannya dalam bahasa Indonesia kecuali lampiran berupa laporan keuangan, dan menggunakan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang SPT yang perlu kamu ketahui. Sebagai warga negara yang baik maka kamu perlu untuk membayar pajak berdasarkan perhitungan yang jujur.

Lampirkan surat pemberitahuan sesuai dengan nilai pajak atas usaha kamu.

Karena bila ada perbedaan dalam laporan surat pemberitahuan dengan hasil pemeriksaan petugas pajak maka Direktorat Jenderal Pajak selaku penanggung jawab akan bertindak tegas atas kejadian tersebut.

Ujung-ujungnya kamu akan dikenakan sanksi berupa denda. Sayang kan? Apalagi sanksi akhirat karena telah berbuat kecurangan. Mengerikan, bukan?

Oleh sebab itu, laporkanlah pajak sesuai dengan penilaian yang akurat dan tanpa ada unsur kecurangan.

Jika kamu tertarik dengan konten bisnis seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.