Subhanallah : Pengertian, Tulisan Arab dan Keutamaan

0
30406
subhanallah

Manusia adalah makhluk yang tidak memiliki daya upaya kecuali datang dari Allah SWT. Itulah mengapa manusia diminta untuk selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun.

Aktivitas mengingat Allah inilah yang disebut zikir.

Berbicara mengenai ucapan-ucapan zikir di dalam Islam. Ada beberapa ucapan yang memang kerap dilafadzkan oleh umat Islam.

Zikir-zikir tersebut biasanya disebut sebagai kalimat thayyibah. Zikir-zikir tersebut diantaranya:

Subhanallah

Walhamdulillah

Wa laa illaha illallah.

Allahu akbar.

Zikir memiliki manfaat yang begitu dahsyat. Ia adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Dengan zikir, maka hati menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah SWT,

لَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram

(Qs. ar-Ra’du: 28).

Nah, kembali pada pembahasan salah satu kalimat zikir. Pada pembahasan artikel kali ini, kalimat zikir yang akan dibahas adalah subhanallah.

Apa pengertian subhanallah, bagaimana tulisan arabnya, dan apa saja keutamaannya. Itulah yang akan dibahas bersama.

Baca Juga: lima fakta tentag Dajjal

Subhanallah
baca juga: google.com

Pengertian dan Tulisan Arab

Subhanallah memiliki arti yaitu maha suci Allah. Dalam penulisan bahasa arab, kalimat subhanallah ditulis sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللّهُ

Mendengar lafadznya saja seharusnya sudah membuat hati menjadi lebih tenang.

Zikir ini biasa dilafadzkan di setiap habis sholat. Meskipun kamu bisa melafadzkan zikir ini kapan saja.

Setiap habis sholat tepatnya setelah membaca istighfar, kamu akan disarankan melafadzkan zikir ini.

Jumlah yang dilafadzkan bisa bervariasi. Umumnya 33. Tapi kamu bisa melafadzkannya hingga 100 kali.

Namun, bila menyimak maksud dari zikir tersebut ternyata banyak orang yang salah paham.

Terutama dalam hal membedakan waktu saat menggunakan subhanallah dan masya Allah.

Salah paham yang terjadi adalah ketika banyak orang menggunakan atau melafadzkan kalimat subhanallah ketika melihat sesuatu yang indah.

Hal ini kemudian dikoreksi. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tentang fungsi kalimat tersebut.

Untuk melihat keindahan, kalimat yang digunakan adalah masya Allah. Sedangkan subhanallah dilafadzkan ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan Allah.

Tujuannya adalah untuk menyucikan Allah dari berkurangnya keagungan-Nya, atau jika disederhanakan, Mahasuci Allah dari sifat-sifat kekurangan.

Misal, ketika kamu mendengar sesuatu yang diluar kodratnya. Katakanlah ada yang mengatakan bahwa Allah itu beranak dan diperanakkan. Maka ucapkanlah, “subhanallah“. Maha suci Allah dari sifat-sifat tersebut.

Baca Juga: Sholawat Nariyah

Subhanallah
baca juga: google.com

Keutamaan

Keutamaan melafadzkan kalimat yang satu ini sama halnya dengan mengucapkan kalimat zikir yang lainnya.

Ada beberapa keutamaan dalam melafadzkan zikir tersebut.

Pertama, disukai oleh Allah.

Sebagaimana dalam hadist Nabi SAW, Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim no. 2137).

Kedua, pahalanya sama seperti membebaskan seratus budak.

Sebagaimana dalam hadist Nabi SAW, Dari Ummi Hani’ binti Abu Thalib dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk.” Beliau bersabda: “Bertasbihlah kepada Allah seratus kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma’il…….” (HR. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shilsilah Ash Shohihah no. 1316)

Ketiga, Dosa-dosanya akan dihapus.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ahmad 2/158, sanadnya hasan)

Baca Juga: Tata Cara Aqiqah

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang lafadz kalimat subhanallah yang perlu kamu ketahui. Semoga penjelasan ini dapat meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.