Sunnah Haji Agar Ibadah Hajimu Menjadi Sempurna dan Berkah

0
223
sunnah haji

Rangkaian ibadah haji yang dilakukan oleh kaum muslimin terdiri dari rukun haji, wajib haji, dan sunnah haji.

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas apa saja rukun haji yang perlu kamu ketahui agar hajimu menjadi sah. Berikutnya kita akan bahas terkait dengan sunnahnya.

Mengapa bahas sunnah? Karena manusia pada hakikatnya harus berlomba-lomba dalam kebaikan. Perlombaan ini tentunya untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Ketika manusia mengerjakan yang sunnah maka janji Allah tentunya adalah pahala bagi mereka yang menjalankannya.

Bila merujuk pada definisi sunnah yang umum diketahui adalah “bila dikerjakan berpahala adapun bila ditinggalkan tidak apa-apa

Meskipun definisi ini dirasa kurang tepat, karena jika seseorang meninggalkan sunnah maka yang terjadi bukan “tidak apa-apa” tapi harusnya “merugi”.

Mengapa? Karena ia harusnya mendapatkan pahala dengan mengerjakannya tetapi ia lebih memilih untuk tidak mengerjakannya. Sayang kan pahalanya?

Oke, kembali pada bahasan inti tentang sunnah-sunnah haji. Apa saja yang termasuk di dalamnya? Yuk kita bahas.

Sunnah Haji
sumber: tata-carasholat.blogspot.com

Sunnah-Sunnah Haji

Terkait dengan pembahasan ini, penulis mengambil pendapat dari ulama Syekh Abu Suja. Beliau adalah ulama Syafi’iyah (bermazhab syafi’i).

Dalam kitabnya yang bernama Al-Ghayah wa Taqrib, beliau menyebutkan 7 hal yang termasuk ke dalam sunnah menjalankan ibadah haji.

Apa saja sunnah tersebut?

Ifrad

Ini bermakna mendahulukan ibadah haji dibandingkan umroh. Artinya kamu bisa melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu tanpa sebelumnya melakukan umroh.

Umroh dapat dilakukan setelahnya tetapi masih dalam satu musim haji. Bisa juga dikatakan bahwa haji dan umroh dilaksanakan pada waktu yang terpisah.

Ketika ibadah haji ini selesai maka orang yang melakukan Ifrad maka harus mengenakan ihram lagi lalu melaksanakan ibadah umroh.

Talbiyah

Talbiyah adalah kalimat atau bacaan-bacaan yang dilafadzkan ketika mengelilingi kabah (thawaf).

Ia merupakan pernyataan sakral dan penting yang dimaksudkan untuk memuji dan mengesakan Allah SWT.

Di dalam kalimat ini juga muslimin berjanji untuk menjauhi segala macam kesyirikan dan menyerahkan segala urusan/berserah diri hanya kepada Allah SWT.

Bacaan talbiyah adalah sebagai berikut:

LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK, LAA SYARIIKALAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK, LAA SYARIIKALAK.

Sunnah Haji
sumber: amminareka

Thawaf Qudum

Thawaf Qudum disebut juga dengan thawaf selamat datang. Ini dilakukan ketika kamu telah sampai di Makkah.

Disunnahkannya atas thawaf ini dikarenakan Nabi Muhammad SAW lebih dahulu melaksanakan thawaf sebagai pengganti sholat tahiyatul Masjid.

Mabit di Muzdhalifa

Mabit alias bermalam sebenarnya dimaksudkan untuk jama’ah haji agar beristirahat. Ibadah haji adalah ibadah yang cukup menguras stamina fisik.

Untuk menjaga stamina itu tetap fit maka para jama’ah disunnahkan untuk bermalam. Lokasi bermalamnya tersebut adalah di Mina dan Muzdhalifa.

Mabit di Muzdhalifa dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, tepat sehari setelah jama’ah melaksanakan wukuf di Arafah.

Istirahat ini dimaksudkan agar jama’ah bisa lebih fit ketika melaksanakan rangkaian ibadah selanjutnya yaitu lempar jumroh.

Shalat Sunnah Thawaf Dua Raka’at

Sholat sunnah ini dilakukan ketika jama’ah hendak melakukan thawaf.

Ada juga yang menyebutkan bahwa thawaf ini bisa sebagai pengganti thawaf bila jama’ah memiliki udzur syar’i saat tidak bisa melaksanakan thawaf.

Sholat ini dilakukan sebanyak dua raka’at dan pelaksanaannya sama seperti sholat tahiyatul Masjid.

Sunnah Haji
sumber: madani news

Mabit di Mina

Bila mabit di Muzdhalifa dilakukan setelah jama’ah melaksanakan wukuf di Arafah maka mabit di Mina dilakukan sebelum jama’ah melaksanakan wukuf.

Artinya mabit ini dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Tujuannya adalah menjaga stamina jama’ah untuk melakukan ibadah wukuf di Arafah.

Thawaf Wada

Sunnah haji yang terakhir yang dijelaskan oleh Syaikh Buka adalah thawaf wada.

Bila thawaf qudum diartikan dengan thawaf selamat datang maka thawaf wada adalah thawaf perpisahan.

Ini dilaksanakan ketika jama’ah akan meninggalkan Makkah.

Koreksi Ulama Syafi’iyah terkait Pendapat Abu Syuja

Ketujuh sunnah tersebut memang dirumuskan oleh Syaikh Abu Syuja. Namun, ulama syafi’iyah yang lain mengkoreksi pendapat tersebut.

Karena ada beberapa hal yang sebenarnya sudah masuk ke wajib haji. Beberapa yang menjadi catatan yang termasuk ke dalam wajib haji diantaranya yaitu, Thawaf Wada, Mabit di Mina dan Mabit di Muzdhalifa.

Dengan mengecualikan ketiga hal tersebut maka sunnah haji hanya terdiri dari 4 (menurut ulama syafi’iyah) yaitu:

-> Ifrad,

-> Talbiyah,

-> Thawaf Qudum,

-> Sholat Sunnah Thawaf 2 Rakaat.

Nah itulah 4 hal yang menjadi sunnah dalam ibadah haji.

Penutup

Demikian penjelasan tentang sunnah haji yang perlu kamu ketahui agar kamu bisa menambah pahala ketika melaksanakan ibadah yang satu ini.

Jika kamu tertarik dengan konten islami seperti ini maka maka kamu bisa melihatnya di topik islami.