Hukum Tajwid dalam Membaca Al-Qur’an Penting Diketahui

0
59
Tajwid

Kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam dan penolong hingga akhir hayat adalah Al-Qur’an. Didalamnya berisi berbagai macam rumus kehidupan. Ketika kamu membacanya, kamu tidak bisa asal baca, ada hukum tajwid yang perlu kamu ketahui.

Apakah Al-Qur’an sama dengan bahasa arab? Tentunya tidak bisa saklek dikatakan bahwa bahasa Al-Qur’an sama dengan bahasa arab. Memang yang menjadi dasar bacaan Al-Qur’an adalah bahasa arab.

Tapi terdapat keistimewaan yang sangat membedakan antara bacaan Al-Qur’an dengan bahasa arab. Cara berbicara orang arab juga tidak sama dengan cara berbicara Al-Qur’an.

Itulah mengapa ketika dibacakan ayat suci Al-Qur’an, bangsa arab akan langsung sadar bahwa ini bukan bahasa manusia. Yap ini adalah firman Tuhan.

Sebagaimana grammar dalam bahasa Inggris, Al-Qur’an juga punya tata bahasanya sendiri. Ketika kamu tidak mengikuti hukumnya maka satu kata yang kamu ucapkan bila beda di panjang pendeknya maka akan beda arti.

Itulah alasan mengapa kita perlu untuk belajar tajwid. Nah, ada beberapa hukum tajwid yang perlu kamu ketahui. Berikut hukum-hukumnya.

Baca Juga: Al Fatihah (Arab, Latin dan Terjemahan)

Tajwid
sumber: pexels

Nun Mati dan Tanwin

Hukum bacaan pertama yang akan dibahas adalah hukum bacaan atara huruf nun mati bertemu dengan huruf lainnya. Dalam kaidah tajwidnya, hukum ini terbagi ke dalam beberapa jenis.

Idgham Bigunnah

Ini adalah hukum dimana bacaan yang diucapkan dibunyikan secara dengung. Idgham bigunnah memiliki arti yaitu melebur disertai dengungan.

Hukum ini terjadi ketika nun mati ataupun tanwin baik kasroh tanwin [ــٍــ],  dhommah tanwin [ــٌــ], maupun fathah tanwin [ــًــ] melebur menjadi huruf yang berada di depannya.

Huruf yang bisa meleburkan nun mati atau tanwin diantaranya, mim [م], nun [ن], waw[و] dan ya [ي]. Keempat huruf tersebut ditandai dengan huruf tasydid dan berdengung 1-1 setengah alif atau 2-3 harakat.

Idgham Bilagunnah

Bila bigunnah menggunakan dengung maka bilagunnah dibaca tanpa menggunakan dengung. Sehingga huruf nun mati atau tanwin tidaklah melebur.

Hukum ini terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf lam.

Izhal Halqi

Izhar memiliki arti yaitu jelas dan halqi artinya adalah tenggorokan. Izhar halqi adalah hukum bacaan nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu huruf izhar halqi diantaranya: (ء) Hanzah, kha’ (خ), ‘ain (ع), ha’ (ح) , ghain (غ).

Contoh bacaannya : : نَارٌ حَامِيَةٌ . Di bacaan tersebut huruf ha’ dibaca jelas.

Iqlab

Iqlab memiliki arti yaitu hukum yang terjadi ketika nun mati bertemu dengan huruf ba. Huruf nun mati tersebut berubah bacaannya menjadi huruf mim.

Contoh bacaannya: إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا. Kalimat tersebut dibaca illā mim ba’di mā bukan illa illā min ba’di mā. Karena huruf nun mati bertemu dengan ba sehingga dibaca menjadi mim.

Ikhfa Haqiqi

Ikhfa memiliki arti yaitu menyamarkan. Hukum ini terjadi ketika nun mati bertemu dengan huruf-huruf ikhfa diantaranya:

ta (ت) , tha’ (ث), jim (ج), dal (د),  zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), , fa’ (ف), qof (ق), dzal (ذ),  kaf (ك).

Jadi ketika nun mati bertemu dengan huruf-huruf ikhfa tersebut bacaan nun mati harus dibaca samar. Samarnya antara bacaan izhar dengan idgham. Contoh bacaannya: مِنْ تَحْتِهَا . Pada bacaan tersebut huruf nun mati terbaca samar karena langsung masuk ke huruf ta.

Baca Juga: Surat Al Ikhlas (Arab, Latin dan Terjemahan)

People Sitting on Chair Reading Books
sumber : pexels (pokrie)

Hukum Bacaan Mim Mati

Bila hukum pada bacaan sebelumnyea berfokus pada huruf nun mati dan tanwin. Maka pada bacaan kali ini fokus kepada huruf mim mati.

Ikhfa Syafawi

Bila ikhfa haqiqi mempertemukan nun mati dengan huruf ikhfa maka ikhfa syafawi mempertemukan mim mati dengan huruf ba (ب).

Dibaca secara samar-samar serta didengungkan. Contoh bacaan ikhfa syafawi: فَاحْكُم بَيْنَهُم

Izhar Syafawi

Izhar syafawi memiliki makna jelas. Dibaca jelas ketika ada huruf mim mati (مْ) bertemu dengan huruf selain mim (مْ) dan ba (ب). Dibaca jelas di bibir sambil menutup mulut.

Contoh bacaannya: خَلْفِهِمْ وَعَنْ

Idgham Mimi

Disebut juga dengan idgham mutamasilain. Hukum ini terjadi ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya adalah dengan merangkap huruf mim secara mendengung.

Contoh bacaannya: كَمْ مِن فِئَةٍ

Hukum Mad

Hukum ini terjadi kepada huruf yang cara membacanya dengan dipanjangkan. Secara istilah, mad diartikan dengan perpanjangan suara.

Hukum mad terbagi menjadi dua jenis yaitu mad asli dan mad far’i. Adapun huruf mad ada tiga yaitu alif, wau, dan ya’. Huruf ini akan menjadi mad ketika ia mati/sukun.

Terkait dengan panjang pendek dari bacaan dengan hukum mad ada yang 2 harakat (mad thabi’i), 4 harakat, 5 harakat, 6 harakat dan seterusnya.

Baca Juga: Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang beberapa hukum tajwid untuk membaca Al-Qur’an. Ingat, sebagai seorang muslim, kamu tidak bisa asal baca Al-Qur’an. Kamu harus membacanya sesuai dengan hukum tajwid.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.