Ucapan Belasungkawa Kepada Mereka yang Tertimpa Musibah

0
2114
ucapan belasungkawa

Sebagai umat Islam, sudah selayaknya kita mengucapkan ucapan belasungkawa kepada mereka yang tertimpa musibah. Ucapan ini tentunya memiliki arti untuk mereka.

Tetapi yang perlu kamu pastikan adalah bahwa ucapanmu benar-benar untuk menunjukkan “turut berduka cita”. Jangan sampai kamu salah ucap sehingga membuat mereka salah mengartikan.

Niat hati ingin menenangkan dan mencoba untuk membuat tersenyum mereka yang terkena musibah, eh malah mereka sakit hati dengan apa yang kita ucapkan.

Mereka itu siapa?

Mereka itu bisa siapapun. Bisa saudara, kerabat, tetangga, sahabat, teman, ataupun orang lain yang memang kondisinya saat itu sedang terkena musibah.

Islam sangat menjaga hubungan antar manusia. Bahkan ukhuwah (persaudaraan) adalah elemen yang penting dalam agama ini.

Ketika seseorang terkena musibah maka ada bacaan/kalimat khusus yang bisa diucapkan.. Terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 156:

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Sering kali kita salah paham ketika orang mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Kalimat ini selalu diasosiasikan kepada orang yang telah meninggal.

Itu karena arti dari kalimat ini adalah sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT. Padahal cakupannya bukan hanya orang yang meninggal, tetapi setiap orang yang terkena musihbah.

Nah ucapan tersebut perlu diiringi kalimat lain untuk membuat hati orang yang terkena musibah menjadi lebih tenang. Berikut beberapa contohnya.

Baca Juga: Jazakallah Khairan (Arab, Arti dan Keutamaannya)

Ucapan Belasungkawa
sumber: unsplash

Contoh Ucapan Belasungkawa

Contoh 1:

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Kullu nafsin dzaiqatul maut.

Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT. Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian.

Oleh sebab itu sudah seyogyanya kita memasrahkan apa yang sudah menjadi kehendak Allah.

Contoh 2:

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sesungguhnya semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Kita tidak akan bisa menuntut apa-apa ketika titipan tersebut diambil kembali oleh pemiliknya.

Hal yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik kepada dirinya semoga Allah ampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik.

Contoh 3:

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Segala apapun yang terjadi dalam hidup kita semua sudah menjadi kehendaknya. Yang bisa kita lakukan hanyalah bertawakal, menyerahkan keputusan terbaik kepada-Nya.

Boleh jadi kamu memutuskan sesuatu yang baik tetapi menurut Allah itu bukanlah yang terbaik. Kamu perlu ingat juga ayat ini.

وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Baca Juga: Konsep Islam Rahmatan lil Alamin

ucapan belasungkawa
sumber: unsplash

Contoh 4:

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sebagai seorang muslim, kesabaran dan keikhlasan memang dituntut didalam diri kita. Sabar ketika masalah menghampiri dan ikhlas ketika ada sesuatu yang hilang.

Memang berat tetapi semua perlu dilatih. Mulai hari ini kamu bisa mencoba melatih kedua hal tersebut. Karena kehilangan mungkin berat tapi ia akan amat ringan ketika kamu mulai mengikhlaskannya.

Lalu, sabar jika Allah belum memberikan pengganti yang terbaik.

Contoh 5:

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Masih ingat kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail? Ketika itu Nabi Ibrahim mencoba untuk mengikhlaskan apa yang akan terjadi kelak ketika Nabi Ismail disembelih.

Begitupun Nabi Ismail, beliau juga mengikhlaskan apapun yang ayahandanya lakukan. Mengapa? karena mereka meyakini bahwa itu merupakan perintah Allah dan kehendak-Nya.

Oleh sebab itu, kamu juga perlu mengikhlaskan apa yang saat ini terjadi. Karena ini pasti sudah atas dasar kehendak-Nya. Aku merasakan apa yang kamu rasakan, tetapi semua itu telah terjadi. Mulai sekarang, mari ikhlaskan dan jangan biarkan dia ikut bersedih melihat kamu bersedih.

Baca Juga: Hukum Tajwid dalam Membaca Al-Quran yang penting diketahui

Penutup

Demikianlah 5 contoh ucapan belasungkawa yang bisa kamu gunakan. Pilihlah ucapan yang menurutmu cocok diucapkan kepada temanmu yang sedang terkena musibah.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.