Jual Beli Valuta Asing dalam Islam? Apakah boleh?

0
1632
Valuta Asing

Valuta Asing atau biasa disingkat valas adalah mata uang yang digunakan atau diakui dalam perdagangan internasional.

Dalam pengertian lain, valuta asing adalah pertukaran atau konversi mata uang suatu negara dengan negara lain.

Contohnya, kamu bisa menukarkan uang rupiah dengan dollar dengan nilai harga jual yang berlaku pada saat itu.

Naik dan turunnya nilai dari valuta asing bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya yang sekarang sedang menimpa dunia yaitu virus corona atau covid-19.

Ditengah wabah virus corona ini, terjadi kemerosotan ekonomi yang terjadi dengan melemahnya nilai rupiah.

Pada tanggal 20 maret 2020, nilai rupiah terhadap dollar telah mencapai angka Rp16.000 per 1 dollar. Angka ini nyaris mendekati nilai yang sama ketika krisis.

Tentunya kondisi ini tidak diharapkan terus terjadi. Kita semua berharap bahwa virus corona bisa segera mereda dan ekonomi bisa segera membaik.

Nah, terlepas dari kondisi tersebut bagaimana Islam memandang jual beli valuta asing?

Dalam artikel ini, kita akan lebih membahas jual beli valuta asing dan bagaimana islam memandangnya.

Apakah boleh melakukan jual beli ini?

Baca Juga: Inilah Perbedaan Akad Mudharabah, Murabahah, dan Musyarakah

valuta asing
sumber:unsplash.com

Pandangan Islam terhadap Valuta Asing

Konsep jual beli mata uang atau valuta asing dalam Islam disebut dengan Al-Sharf. Pada dasarnya jual beli ini diperbolehkan dalam Islam.

Merujuk pada dalil dari hadist Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ، سَوَاءً بِسَوَاءٍ، يَدًا بِيَدٍ، فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ اْلأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ.

(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”

HR. Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit.

Diperbolehkannya akad al-sharf ini juga merujuk pada fatwa DSN 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (al-Sharf).

Dikeluarkannya fatwa ini karena mempertimbangkan bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

Baca Juga: Jual Beli dalam Islam (Pengertian, Dalil, Syarat dan Kontemporer)

Diperbolehkannya jual beli mata uang asing atau valuta asing didasarkan pada ketentuan sebagai berikut:

A. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)

B. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

C. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

D. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Dalam mekanisme jual belinya, transaksi harus dilakukan dengan metode spot.

Apa itu metode spot?

Metode atau transaksi spot adalah transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.

Jadi jual beli harus dilakukan secara tunai dan tepat pada hari itu berdasarkan harga yang berlaku di hari tersebut.

Adapun transaksi yang sifatnya forward, swap dan option dilarang dalam Islam.

Baca Juga: Hukum Trading Forex di Dalam Islam

Valuta Asing
sumber: unsplash.com

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang jual beli valas dalam pandangan Islam. Pada akhirnya jual beli ini diperbolehkan dalam Islam dengan syarat harus dilakukan secara tunai dan hari itu juga.

Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan tentang keislaman terutama dari segi akad al-sharf.

Jika kamu tertarik dengan konten ekonomi islam seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Ekonomi Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.